Cara Memasukkan Flag Counter Ke Dalam Blog
Flag Counter adalah aplikasi yang berfungsi untuk mendeteksi berapa jumlah pengunjung yang mampir ke blog kamu. Ini sangat bermanfaat bagi kamu sebagai pemilik blog karena kamu dapat mengetahui darimana pengunjung blog kamu berasal dengan melihat bendera yang muncul pada aplikasi tersebut.
Contoh Flag Counter pada blog adalah, sebagai berikut :
Nah, jika kamu ingin memasangnya, inilah langkah-langkahnya :
1. Kunjungi http://flagcounter.com
2. Setelah kamu berada di halaman Flag Counter tersebut, settinglah seperti :
* Maximum Flags to Show
* Columns of Flags
* Label on Top of Counter
* Background ColorText Color
* Border Color
* Show Country Codes
* Show Pageview Count
3. Jika sudah selesai kamu setting, Klik Get Your Flag Counter.
4. Setelah di klik Get Your Flag Counter, sekarang kamu Copy kode Flag Counter tersebut.
5. Buka Blog kamu lalu klik Tambah Gadget ke HTML/JavaScript.
6. Paste kode Flag Counter tersebut, dan simpan. Atau klik icon Blogger agar lebih cepat dalam memasang Flag Counter.
Lihat Blog kamu dan rasakanlah hasilnya.
Selamat mencoba !
Read more: http://siradel.blogspot.com/2010/07/cara-memasukkan-flag-counter-ke-dalam.html#ixzz1HbQGIe2j
Soalnya saya sudah berjanji dengan salah seorang rekan blogger untuk memuat artikel ini, makanya saya pun harus menepatinya karena dia sudah menagih-nagih janji saya tersebut (jangan lupa transfer Rp10ribu, ya sob!). Hueheheheee..
Okeh, kita lanjutkan! Page Hits Counter, yaitu berguna untuk menghitung jumlah pembaca pada setiap artikel/halaman yang ada di blog / website kamu. Jadi, kamu bisa membuat komparasi/perbandingan artikel-artikel mana saja yang banyak menyedot perhatian pengunjung blog / website kamu.
Sistem kerjanya hampir sama dengan "Hit Counter". Namun, berbeda fungsi saja, karena Hit Counter gunanya untuk menghitung jumlah pengunjung yang datang ke blog / website kamu.
Page Hits Counter yang akan saya sajikan ini, tersedia secara gratis, menghitung perhalaman pada blog / website kamu tidak secara global/Stats Counter (keseluruhan), tidak menghitung jika kamu login sebagai admin/pemilik blog / website.
Okeh, kita langsungkan saja petualangan kali ini, ikuti jejak langkah khusus blogger, berikut ini :
I . Add Gadget for Reciprocal Verify
1. Login ke blogspot kamu (jangan ke yang lain)
2. Klik "Design" seperti biasa
3. Lalu Klik "Page Element"
4. Truz "Add Gadget" dan pilih "HTML/JavaScript"
5. Copy lalu Paste kode dibawah ini :
5. "SAVE"
"Jangan memodifikasi Kode Verifikasi (Langkah pertama ini) ataupun membuangnya sewaktu-waktu."
Selanjutnya :
II. Add Edit HTML for Show
1. Klik "Design"
2. Lalu klik "Edit HTML"
3. Kemudian klik "Expand Template Widget"
4. Cari kode
5. Masukkan kode dibawah ini diatas kode tadi :
"Views" dapat di "Ganti" sesuai dengan keinginan kamu, seperti : Pembaca, Pengunjung, Pemirsa, ataw mungkin Pembalap barangkali? Hueheheee..
6. Jika sudah, "Save Template"
7. Keluarlah dari login admin dan tutup halaman blog kamu
8. Page Hits Counter akan muncul setelah di refresh sebanyak 3 kali atau telah 3 kali dikunjungi pembaca.
9. Done!
Lihat perbedaan pada tiap halaman artikel blog / website kamu. Dan jangan khawatir, jika belum muncul angka pada Page Hits Counternya. Itu berarti, belum ada yang mengunjungi/membaca artikel kamu.
Read more: http://siradel.blogspot.com/2010/09/cara-memasukkan-page-hits-counter-ke.html#ixzz1HbPqAW2T
Ikutin nih Tips BErikut :
1. Aktif di Dasbor kamu
2. Klik website berikut ini http://www.easycounter.com/ masih banyak web counter lainnya sitemeter.com), tapi saya menggunakan yang ini saja. sehingga tampil seperti gambar dibawah ini :counter
3. Isi data pada create account, karena kita adalah pendaftar baruUsername : isi dengan username kamu (jika sudah ada yang menggunakan, ganti dengan username yang lainPassword : isi dengan password kamuEmail : masukkan alamat email kamu (bila suatu saat lupa password, kamu bisa konfirmasi)
4. Jika sudah disebelah kanan pilih jenis counter yang kamu mau
5. beri tanda centang (√) pada i agree to the terms and conditions
6. Klik Create My Account, sehingga tampil kode seperti dibawah ini, sesuai dengan kode milik kamu sendiri
count2
7. Copy lah kode diatas, dengan cara blog seluruh kode, klik kanan mouse kamu, dan klik copy
8. Sekarang Aktif di Dasbor Blogdetik Kamu
9. Pilih Widget
10. Pada Kumpulan Widget kamu, pilih Text dan klik Tambah, sehingga disebelah kiri tampil Widget Text yang sudah kamu tambahkancount3
11. pada Text klik Sunting
12. pada bagian kotak Sunting klik kanan mouse kamu dan klik Paste, jika belum aktif paste, coba copy kembali kode dari counter kamu tadi, dan paste kembali di kotak sunting Textcount4
13. jika telah terpaste, maka klik selesai pada bagian bawah
14. Tahap Akhir, silahkan klik Save Changes (untuk menyimpan perubahan blog widget kita)
15. Pengunjung diblog kamu akan mulai dihitung sejak counter di letakkan pada blogdetik kamu
(giatlah menulis di blog kamu, agar semakin sering dikunjungi oleh dblogger/blogger lainnya, selamat mencoba dan tetap semangat)
Ringkasan Materi Blog Product Review
Ruang Kelas - Blog Product Review
1.
Memahami tujuan dari modul ini yaitu mendapatkan dollar dengan cara merekomendasikan produk Amazon, memasang iklan Adsense dan Chitika pada blog product review kita.
2.
Mengetahui manfaat blogspot sebagai layanan online yang dapat memberikan banyak keuntungan bagi pemiliknya. Blog bisa digunakan untuk web log, online store, product review, product comparation dan lain-lain sebagainya.
3.
Contoh blog product review yang mau dibuat adalah http://supergadgetreview.blogspot.com dan 6 contoh lainnya yang ada dalam bagian "My Blog Links"
4.
Memilih jenis produk yang akan di-review di Amazon .com. Silahkan akses http://www.amazon.com/gp/site-directory.
5. Menentukan nama blog sesuai dengan topik yang dipilih misalnya http://iphone-for-us.blogspot.com.
6. Membuat blog di blogspot.com. Silahkan masuk ke http://blogger.com kemudian klik "Create a Blog". Pendaftaran blog cukup dilakukan sekali saja. Blog yang kedua, ketiga, keempat dan seterusnya tidak membutuhkan proses pendaftaran lagi.
7. Mendownload template blogspot dari situs http://btemplates.com dan mengganti template blog kita dengan hasil download-an tadi. Pada bagian blog administrator pilih menu "Layout" kemudian klik "Edit HTML". Upload file XML hasil download-an sebelumnya.
8. Membuat 20 halaman postingan produk dan 5 kategori produk.
- Meng-copy-paste-kan judul postingan
- Mengisi "Label" yang berfungsi sebagai kategori
- Meng-copy-paste-kan keterangan produk (desc, spec, comment).
- Memasukan gambar yang besar dengan cara "save-as" kedalam harddisk dan meng-upload-nya pada halaman kita (nama file gambar sebaiknya diganti sesuai dengan produk yang bersangkutan).
9. Mendaftar sebagai member affiliate Amazon di http://associates.amazon.com dan mendapatkan kode affiliate kita. Contoh kode affiliate amazon adalah mynewamazon-20.
10. Menempelkan kode tersebut pada "Link Product" yang diletakkan pada tulisan "Read More" atau pada gambar produk. Tambahkan kode affiliate misalnya newmotoracces-20 pada "Link Product". Sehingga "Link Product" menjadi seperti dibawah ini :
http://www.amazon.com/Motogear-73727-Motorcycle-Tail-Bag/dp/B000RN04VU?tag=newmotoracces-20
11. Mengoptimal SEO dengan cara sebagai berikut :
- Tulisan kata kunci dalam artikel 12. Mendaftar untuk menjadi publisher Google Adsense di http://google.com/adsense, kemudian tunggu hasilnya dalam waktu 2 s/d 7 hari. Jika sudah diterima anda bisa memasukkan kode iklan Google Adsense ini pada bagian widget Blogspot.com.
13. Mendaftar untuk menjadi publisher Chitika.com dialamat situs tersebut. Setelah berhasil anda bisa mendapatkan kode iklan tersebut pada bagian member area Chitika.com. Kode iklan Chitika kemudian dimasukan ke Blogspot khususnya dibagian widget HTML/Javascript.
14. Mengetahui rumus kesuksesan dalam product review dan dapat menjalankan strategi yang akan dijelaskan pada bagian terakhir modul ini.
Sebagaian orang memang dikaruniai Tuhan bakat untuk menulis, sebagian diperkaya dengan daya imajinasi dan khayal yang bisa direfleksikan melalui tulisan fiksi. Dan sebagian lagi menganggap tulisan adalah tindakan kreatif yang bisa dipelajari, nah bagaimana cara menulis kreatif itu, dibawah ini saya jabarkan poin-poinnya untuk anda:
1.Modifikasi
Sebelumnya saya mau ngaku dulu. Kalo tulisan ini merupakan tulisan modifikasi, poin-poin dari tulisan ini didapat dari majalah saku “openmind” edisi ke 5, judul aslinya adalah “how to be creative”. Di salah satu poinnya disebutkan, salah satu cara untuk menjadi kreatif adalah dengan melakukan modifikasi.
Anda lihat sendiri bukan bagaimana saya memodifikasi tulisan tersebut menjadi tulisan ini: “bagaimana cara menulis materi blog yang kreatif, how to be ceative on blogs writing”. Ternyata benar, memodifikasi adalah bagian dari tindakan kreatif, termasuk pula memodifikasi suatu materi tulisan.
2.Kombinasi
Ini yang paling enak dilakukan, mencari dari berbagai sumber. Misalnya anda mau membuat tulisan tentang Adsense, kan tinggal cari dari berbagai sumber, dari buku dan dari situs-situs internet, terus dikombinasikan satu sama lain. Setelah diracik dan dimasak, jadilah dia suatu artikel baru. He.. he.. he.., kalau kata orang-orang yang berkecimpung di dunia kepenulisan, tindakan ini disebut sebagai “pengrajin”. Asal rajin saja semua bisa kok.
3.Adaptasi
Ha.. ha.. ha.., ini sih gampang. Anda cari tulian-tulian orang kemudian tulis dengan bahasa anda sendiri. Misal kalau ada tulisan tentang pendidikan, “sex untuk dewasa”, maka anda bisa tulis pendidikan “sex untuk remaja”. Tentu saja dengan materi dan gaya bahasa yang sudah diadaptasikan sesuai dengan sasaran pembaca.
4.Memperbesar
Ilmu itu akan selalu berevolusi, kita tahu itu. Bagaimana hukum Gravitasi Newton bisa dikritisi oleh hukum Relativitas Einstein. Nah bisa jadi kalo anda kontra sama satu bentuk tulisan, anda bisa memperluas wacana dengan melakukan serangan-serangan terhadap tulisan tersebut. Lama kelamaan pokok masalah bisa melebar atau malah bisa saja semakin meruncing dengan penjabaran yang lebih baik. Maksudnya makin besar itu kan, selain dari sisi kuantitas (kelengkapan data), bisa juga dari sisi kualitas alias suatu tulisan yang semakin padat atau semakin tajam.
5.Substitusi
Anda tahu buku panduan, “how to?” coba lihatlah bagaimana keseragaman judul dan bentuk sering terjadi. Nah gampang bukan, yang terkenal dari buku how to itu adalah “bagaimana cara mahir bahasa inggris dalam 24 jam”. Nah, anda bisa melakukan substitusi dengan “bagaimana cara menulis artikel dalam lima menit”, atau “bagaimana cara kaya dalam 30 hari”, atau “bagaimana cara menguasai bahasa China dalam 24 jam”, dll. Kalimat khususnya aja yang diganti, pada dasarnya semua adalah tulisan tutorial.
6.Penggunaan lain
Dalam satu tulisan ada tulisan yang kira-kira top dan penuh makna. Anda ambil dan kutip ke bagian atas tulisan anda untuk memperkuat isi tulisan anda, seakan-akan tulisan anda itu sudah “diaminkan oleh orang-orang profesional”. Jadi bisa jadi suatu tulisan yang sebenarnya menjadi bagian dari satu karya, kita pakai sebagai alibi/memperkuat tulisan-tulisan kita.
Atau, petikan kata-kata bijak dan puisi, ada juga sebagian yang menuliskan ulang untuk alat kampanye dan politik, alat propaganda.
7.Eliminasi
Eliminasi ini lebih mudah lagi. Cari aja di wikipedia, biasanya tulisan-tulisan dalam satu paragraf selalu memiliki inti kalimatnya. Nah kalimat inti inilah yang diambil sedikit demi sedikit dan dijadikan satu buah tulisan yang lebih padat dan berisi, lebih seksi sekaligus mudah dibaca. Kalau dalam fiksi, anda bisa membuat sinopsisnya. Eliminasi ini (penyarian) terkadang penting demi efektifitas dan efisiensi pembaca, meskipun bahasan menjadi tidak terlalu lebar. Tetapi biasanya pembaca yang cerdas bisa memperluas sendiri dari inti cerita yang diterimanya.
8.Mengatur ulang
Dalam sebuah tulisan, bisa dimulai dengan kalimat inti dan kemudian dilanjutkan penjabaran atau sebaliknya. Salah satu cara kreatif untuk mengkreasi ulang tulisan adalah bisa dengan dibolak-balik atau diatur ulang sesuai selera. Ubahlah posisi kalimat inti, bisa diatas dan dibawah atau di tengah kalau memungkinkan.
Atau bisa jadi juga poin-poin dalam artikel tulisan yang me-list sesuatu jabaran tema anda sadur (seperti poin-poin artikel ini), dengan poin-poin yang anda urutkan berdasarkan abjad. Atau anda list ulang berdasarkan kemudahan untuk diterapkannya (tingkat kesulitannya) atau tingkat relevansinya. Bisa kan anda tulis artikel sendiri: “Cara menulis kreatif berdasarkan tingkat kesulitannya”. Pokoknya ingat jargon ini; semua bisa diatur.
9.Pembalikan
Begini caranya, misal ada tulisan bagaimana cara “Menjaga Kesehatan Yang Baik dan Benar”, anda bisa menuliskan kebalikannya dengan tulisan bagaimana cara “Menghindari Diri Dari Penyakit”. Sama saja sebenarnya, tapi dengan membalikkan sedikit saja semua tampak berbeda. Walaupun temanya sama tetapi mungkin cara kepenulisannya yang lebih berbeda, satu persuatif dan yang satu bentuk tindakan pencegahan. Ingat loh, “anti perang” dan “cinta damai itu” pada dasarnya berbeda.
PERLAWANAN RAKYAT DI BERBAGAI DAERAH DALAM MENENTANG
KOLONIALISME
1.Perlawanan Rakyat Maluku di Bawah Ahmad Matullesi (1817)
Sejak abad ke-17 perlawanan rakyat Maluku terhadap Kompeni sudah terjadi, namun perlawanan yang dahsyat baru muncul pada permulaan abad ke-19, di bawah pimpinan Ahmad Matulessi (lebih dikenal dengan nama Pattimura).
Latar belakang timbulnya perlawanan Pattimura, di samping adanya tekanan-tekanan yang berat di bidang ekonomi sejak kekuasaan VOC juga dikarenakan hal sebagai berikut.
a. , yakni adanya tindakan-tindakan pemerintah Belanda yang memperberat kehidupan rakyat, seperti system penyerahan secara paksa, kewajiban kerja blandong, penyerahan atap dan gaba-gaba, penyerahan ikan asin, dendeng dan kopi. Selain itu, beredarnya uang kertas yang menyebabkan rakyat Maluku tidak dapat menggunakannya untuk keperluan sehari-hari karena belum terbiasa.
b. , yaitu adanya pemecatan guru-guru sekolah akibat pengurangan sekolah dan gereja, serta pengiriman orang-orang Maluku untuk dinas militer ke Batavia. Hal-hal tersebut di atas merupakan tindakan penindasan pemerintah Belanda terhadap rakyat Maluku. Oleh karena itu, rakyat Maluku bangkit dan berjuang melawan imperialisme Belanda. Aksi perlawanan meletus pada tanggal 15 Mei 1817 dengan menyerang Benteng Duurstede di Saparua. Setelah terjadi pertempuran sengit, akhirnya Benteng Duurstede jatuh ke tangan rakyat Maluku di bawah pimpinan Pattimura. Banyak korban di pihak Belanda termasuk Residen Belanda, Van den Berg ikut terbunuh dalam pertempuran.
Kemenangan atas pemerintah kolonial Belanda memperbesar semangat perlawanan rakyat sehingga perlawanan meluas ke Ambon, Seram dan pulau-pulau lain. Di Hitu perlawanan rakyat muncul pada permulaan bulan Juni 1817 di bawah pimpinan Ulupaha. Rakyat Haruku di bawah pimpinan Kapten Lucas Selano, Aron dan Patti Saba. Situasi pertempuran berbalik setelah datangnya bala bantuan dari Batavia di bawah pimpinan Buyskes. Pasukan Belanda terus mengadakan penggempuran dan berhasil menguasai kembali daerah-daerah Maluku. Perlawanan semakin mereda setelah banyak para pemimpin tertawan, seperti Thomas Matulessi (Pattimura), Anthonie Rhebok, Thomas Pattiweal, Lucas Latumahina, dan Johanes Matulessi. Dalam perlawanan ini juga muncul tokoh wanita yakni Christina Martha Tiahahu. Sebagai pahlawan rakyat yang tertindas oleh penjajah. Tepat pada tanggal 16 Desember 1817, Thomas Matulessi dan kawan-kawan seperjuangannya menjalani hukuman mati di tiang gantungan.
2.Perlawanan Kaum Paderi (1821–1838 )
Perang Paderi melawan Belanda berlangsung 1821–1838, tetapi gerakan Paderi sendiri sudah ada sejak awal abad ke-19. Di lihat dari sasarannya, gerakan Paderi dapat dibagi menjadi dua periode.
a. Periode 1803–1821 adalah masa perang Paderi melawan Adat dengan corak keagamaan.
b. Periode 1821–1838 adalah masa perang Paderi melawan Belanda dengan corak keaga-
maan dan patriotisme.
Sejak tahun 1821 saat kembalinya tiga orang haji dari Mekkah, yaitu Haji Miskin, Haji Sumanik dan Haji Piabang, gerakan Paderi melawan kaum Adat dimulai. Kaum Paderi berkeinginan memperbaiki masyarakat Minangkabau dengan mengembalikan kehidupannya yang sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Padahal kaum Adat justru ingin melestarikan adat istiadat warisan leluhur mereka.
Adat yang selama itu dianut dan yang menjadi sasaran gerakan Paderi adalah kebiasaan-kebiasaan buruk, seperti menyabung ayam, berjudi, madat, dan minum-minuman keras. Terjadilan perbenturan antara kaum Adat dengan kaum Paderi. Kaum Adat yang merasa terdesak, kemudian minta bantuan kepada pihak ketiga, yang semula Inggris kemudian digantikan oleh Belanda (berdasarkan Konvensi London).
Perang Paderi melawan Belanda meletus ketika Belanda mengerahkan pasukannya menduduki Semawang pada tanggal 18 Februari 1821. Masa Perang Paderi melawan Belanda dapat dibagi menjadi tiga periode.
a. Periode 1821–1825, ditandai dengan meletusnya perlawanan di seluruh daerah Minangkabau. Di bawah pimpinan Tuanku Pasaman, kaum Paderi menggempur pos-pos Belanda yang ada di Semawang, Sulit Air, Sipinan, dan tempat-tempat lain. Pertempuran menimbulkan banyak korban di kedua belah pihak. Tuanku Pasaman kemudian mengundurkan diri ke daerah Lintau. Sebaliknya, Belanda yang telah berhasil menguasai Lembah Tanah Datar, kemudian mendirikan benteng pertahanan di Batusangkar (Fort Van den Capellen).
b. Periode 1825–1830, ditandai dengan meredanya pertempuran. Kaum Paderi perlu menyusun kekuatan, sedangkan pihak Belanda baru memusatkan perhatiannya menghadapi perlawanan Diponegoro di Jawa.
c. Periode 1830–1838, ditandai dengan perlawanan di kedua belah yang makin menghebat. Pemimpin di pihak Belanda, antara lain Letkol A.F. Raaff, Kolonel de Stuer, Mac. Gillavry dan Elout, sedangkan di pihak Paderi ialah Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Nan Renceh, Tuanku nan Gapuk, Tuanku Hitam, Tuanku Nan Cerdik dan Tuanku Tambusi.
Pada tahun 1833, Belanda mengeluarkan Pelakat Panjang yang isinya, antara lain sebagai berikut.
a.Penduduk dibebaskan dari pembayaran pajak yang berat dan kerja rodi.
b.Belanda akan bertindak sebagai penengah jika terjadi perselisihan antar penduduk.
c.Penduduk boleh mengatur pemerintahan sendiri.
d.Hubungan dagang hanya diperbolehkan dengan Belanda.
Belanda menjalankan siasat pengepungan mulai masuk tahun 1837 terhadap Benteng Bonjol. Akhirnya, Benteng Bonjol berhasil dilumpuhkan oleh Belanda. Selanjutnya, Belanda mengajak berunding kaum Paderi yang berujung pada penangkapan Tuanku Imam Bonjol (25 Oktober 1837). Setelah ditahan, Tuanku Imam Bonjol dibuang ke Cianjur, dipindahkan ke Ambon (1839), dan tahun 1841 dipindahkan ke Manado hingga wafat tanggal 6 November 1864.Perlawanan kaum Paderi kemudian dilanjutkan oleh Tuanku Tambusi. Setelah Imam Bonjol tertangkap, akhirnya seluruh Sumatra Barat jatuh ke tangan Belanda. Itu berarti seluruh perlawanan dari kaum Paderi berhasil dipatahkan oleh Belanda.
3.Perlawanan Pangeran Diponegoro (1825–1830)
Pengaruh Belanda di Surakarta dan Yogyakarta semakin bertambah kuat pada permulaan abad ke-19. Khususnya di Yogyakarta, campur tangan Belanda telah menimbulkan kekecewaan di kalangan kerabat keraton yang kemudian menimbulkan perlawanan di bawah pimpinan Pangeran Diponegoro. Sebab-sebab perlawanan Diponegoro, antara lain sebagai berikut.
a.Adanya kekecewaan dan kebencian kerabat istana terhadap tindakan Belanda yang makin intensif mencampuri urusan keraton melalui Patih Danurejo (kaki tangan Belanda).
b.Adanya kebencian rakyat pada umumnya dan para petani khususnya akibat tekanan pajak yang sangat memberatkan.
c.Adanya kekecewaan di kalangan para bangsawan, karena hak-haknya banyak yang dikurangi.
d.Sebagai sebab khususnya ialah adanya pembuatan jalan oleh Belanda melewati makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo.
Pertempuran perrtama meletus pada tanggal 20 Juli 1825 di Tegalrejo. Setelah pertempuran di Tegalrejo, Pangeran Diponegoro dan pasukannya menyingkir ke Dekso. Di daerah Plered, pasukan Diponegoro dipimpin oleh Kertapengalasan yang memiliki kemampuan yang cukup kuat. Kabar mengenai pecahnya perang melawan Belanda segera meluas ke berbagai daerah. Dengan dikumandangkannya perang sabil, di Surakarta oleh Kiai Mojo, di Kedu oleh Kiai Hasan Besari, dan di daerah-daerah lain maka pada pertempuran-pertempuran tahun 1825–1826 pasukan Belanda banyak terpukul dan terdesak.
Melihat kenyatan ini, kemudian Belanda menggunakan usaha dan tipu daya untuk mematahkan perlawanan, antara lain sebagai berikut.
a.Siasat benteng stelsel, yang dilakukan oleh Jenderal de Kock mulai tahun 1827.
b.Siasat bujukan agar perlawanan menjadi reda.
c.Siasat pemberian hadiah sebesar 20.000,- ringgit kepada siapa saja yang dapat menang-
kap Pangeran Diponegoro.
d.Siasat tipu muslihat, yaitu ajakan berunding dengan Pangeran Diponegoro dan akhirnya ditangkap.
Dengan berbagai tipu daya, akhirnya satu per satu pemimpin perlawanan tertangkap dan menyerah, antara lain Pangeran Suryamataram dan Ario Prangwadono (tertangkap 19 Januari 1827), Pangeran Serang, dan Notoprodjo (menyerah 21 Juni 1827, Pangeran Mangkubumi (menyerah 27 September 1829), dan Alibasah Sentot Prawirodirdjo (menyerah tanggal 24 Oktober 1829). Kesemuanya itu merupakan pukulan yang berat bagi Pangeran Diponegoro.
Melihat situasi yang demikian, pihak Belanda ingin menyelesaikan perang secara cepat. Jenderal de Kock melakukan tipu muslihat dengan mengajak berunding Pangeran Diponegoro. De Kock berjanji apabila perundingan gagal maka Diponegoro diperbolehkan kembali ke pertahanan. Atas dasar janji tersebut, Diponegoro mau berunding di rumah Residen Kedu, Magelang pada tanggal 28 Maret 1830. Namun, De Kock ingkar janji sehingga Pangeran Diponegoro ditangkap ketika perundingan mengalami kegagalan. Pangeran Diponegoro kemudian di bawa ke Batavia, dipindahkan ke Menado, dan pada tahun 1834 dipindahkan ke Makassar hingga wafatnya pada tanggal 8 Januari 1855.
4Perlawanan di Kalimantan Selatan (1859–1905)
Di Kalimantan Selatan, Belanda telah lama melakukan campur tangan dalam urusan Istana Banjar. Puncak kebencian terhadap Belanda dan akhirnya meletus menjadi perlawanan, ketika terjadi kericuan pergantian takhta Kerajaan Banjar setelah wafatnya Sultan Adam tahun 1857. Dalam hal ini Belanda mengangkat Pangeran Tamjidillah sebagai Sultan Banjar.
Rakyat tidak mau menerima sebab Pangeran Hidayat yang lebih berhak dan lebih disenangi rakyat. Pertempuran rakyat Banjar melawan Belanda berkobar pada tahun 1859 di bawah pimpinan Pangeran Antasari. Dalam pertempuran ini Pangeran Hidayat berada di pihak rakyat. Tokoh-tokoh lain dalam pertempuran ini, antara lain Kiai Demang Leman, Haji Nasrun, Haji Buyasin, Tumenggung Suropati, dan Kiai Langlang. Pasukan Antasari menyerbu pos-pos Belanda yang ada di Martapura dan Pangron pada akhir April 1859. Di bawah pimpinan Kiai Demang Leman dan Haji Buyasin pada bulan Agustus 1859 pasukan Banjar berhasil merebut benteng Belanda di Tabanio. Ketika pertempuran sedang berlangsung, Belanda memecat Pangeran Hidayat sebagai mangkubumi karena menolak untuk menghentikan perlawanan.
Pada tanggal 11 Juni 1860 jabatan sultan kosong (karena Sultan Tamjidillah diturunkan dari takhtanya oleh pihak Belanda, Andresen) dan jabatan mang-kubumi dihapuskan. Dengan demikian, Kerajaan Banjar dihapuskan dan dimasukkan dalam wilayah kekuasaan Belanda. Pertempuran terus meluas ke berbagai daerah, seperti Tanah Laut, Barito, Hulu Sungai Kapuas, dan Kahayan. Dalam menghadapi serangan-serangan ini, Belanda mengalami kesulitan, namun setelah mendapatkan bantuan dari luar akhirnya Belanda berhasil mematahkan perlawanan rakyat. Pada tanggal 3 Februari 1862, Pangeran Hidayat tertangkap dan dibuang ke Jawa. Pangeran Antasari yang pada tanggal 14 Maret 1862 diangkat oleh rakyat sebagai pemimpin tertinggi agama Islam dengan gelar Panembahan Amiruddin Khalifahtul Mukminin gugur dalam pertempuran di Hulu Teweh pada tanggal 11 Oktober 1862. Sepeninggal Pangeran Antasari, perjuangan rakyat Banjar dilanjutkan oleh teman-teman seperjuangan. Perlawanan rakyat benar-benar dapat dikatakan padam setelah gugurnya Gusti Matseman tahun 1905.
MASUKNYA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME ASING KE WILAYAH
INDONESIA : PORTUGIS, SPANYOL, VOC-BELANDA DAN INGGRIS
1. MASA KEKUASAAN VOC
Usaha bangsa Barat untuk mendapatkan benua baru dipelopori oleh bangsa Portugis dan Spanyol yang ingin mendapatkan rempah-rempah. Bartholomeu Dias (1492) dan Vasco daGama (1498) berkebangsaan Portugis berlayar menyusuri pantai barat Benua Afrika akhirnyatiba di Kalkuta, India. Kemudian mereka membangun kantor dagang di Kalkuta dan berdagang di Asia Tenggara. Pada tahun 1512, Portugis masuk ke Maluku sedangkan Spanyol masuk ke Tidore (1521) untuk mencari rempah-rempah.
Pada tahun 1596, pedagang Belanda dengan empat buah kapal di bawah Cornelis de Houtman berlabuh di Banten. Mereka mencari rempah-rempah di sana dan daerah sekitarnya untuk diperdagangkan di Eropa. Namun, karena kekerasan dan kurang menghormati rakyat maka diusir dari Banten. Kemudian pada tahun 1598, pedagang Belanda datang kembali ke Indonesia di bawah Van Verre dengan delapan kapal dipimpin Van Neck, Jacob van Heemkerck datang di Banten dan diterima Sultan Banten
Abdulmufakir dengan baik. Sejak saat itulah ada hubungan perdagangan dengan pihak
Belanda sehingga berkembang pesat perdagangan Belanda di Indonesia.
Namun, tujuan dagang tersebut kemudian berubah. Belanda ingin berkuasa sebagai penjajah yang kejam dan sewenang-wenang, melakukan monopoli perdagangan, imperialisme ekonomi, dan perluasan kekuasaan.
Setelah bangsa Belanda berhasil menanamkan kekuasaan perdagangan dan ekonomi di Indonesia maka pada tanggal 20 Maret 1602 Belanda membentuk kongsi dagang VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) yang dianjurkan oleh Johan van Olden Barnevelt yang mendapat izin dan hak istimewa dari Raja Belanda. Alasan pendirian VOC adalah adanya persaingan di antara pedagang Belandasendiri, adanya ancaman dari komisi dagang lain, seperti (EIC) Inggris, dan dapat memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Untuk mendapatkan keleluasaan usaha di Indonesia, VOC memiliki hak oktroi, yaitu hak istimewa.
Di samping itu, VOC juga melakukan pelayaran Hongi, yakni misi pelayaran Belanda yang ditugasi mengawasi, menangkap, dan mengambil tindakan terhadap para pedagang dan penduduk pribumi yang dianggapnya melanggar ketentuan perdagangan Belanda. Usaha VOC semakin berkembang pesat (1623) dan berhasil menguasai rempah-
rempah di Ambon dalam peristiwa Ambon Massacre. Selanjutnya tahun 1641, VOC berhasil merebut Malaka dari tangan Portugis. VOC selalu menggunakan Batigslot Politiek (politik mencari untung, 1602 – 1799) dengan memegang monopoli Belanda di Indonesia. Selain itu, VOC menjalankan politik devide et impera, yakni sistem pemecah belah di antara rakyat Indonesia.
Perjalanan kongsi dagang VOC lama kelamaan mengalami kemunduran, bahkan
VOC runtuh pada tanggal 31 Desember 1799. Kemunduran VOC disebabkan hal-hal berikut.
a. Perang-perang yang dilakukan membutuhkan biaya yang besar padahal hasil dari bumi
Indonesia telah terkuras habis dan kekayaan Indonesia sudah telanjur terkirim ke
Negeri Belanda. VOC tidak kuat lagi membiayai perang-perang tersebut.
b.Kekayaan menyebabkan para pegawai VOC melupakan tugas, kewajiban, dan tanggung
jawab mereka terhadap pemerintah dan masyarakat.
c.Terjadinya jual beli jabatan.
d.Tumbuhnya tuan-tuan tanah partikelir.
e.Kekurangan biaya tersebut tidak dapat ditutup dengan hasil penjualan tanah saja, VOC
harus juga mencari pinjaman. Akibatnya, utang VOC semakin besar.
f.Pada akhir abad ke-18, VOC tidak mampu lagi memerangi pedagang-pedagang Eropa
lainnya (Inggris, Prancis, Jerman) yang dengan leluasa berdagang di Nusantara
sehingga monopoli VOC hancur.
Keberadaan VOC sudah tidak dapat dipertahankan lagi sehingga harta milik dan
utang-utangnya diambil alih oleh pemerintah negeri Belanda. Pemerintah kemudian membentuk Komisi Nederburg untuk mengurusinya, termasuk mengurusi wilayah VOC di Indonesia (1800 – 1907).
2. MASA KEKUASAAN BELANDA (PRANCIS)
Tahun 1807 – 1811, Indonesia dikuasai oleh Republik Bataaf bentukan Napoleon Bonaparte, penguasa di Prancis (Belanda menjadi jajahan Prancis). Napoleon Bonaparte mengangkat Louis Napoleon menjadi wali negeri Belanda dan negeri Belanda diganti namanya menjadi Konikrijk Holland. Untuk mengurusi Indonesia, Napoleon mengangkat Herman Willem Daendels menjadi gubernur jenderal di Indonesia (1808 – 1811). Tugas utama Daendels adalah mempertahankan Jawa dari serangan Inggris sehingga pusat perhatian Daendels ditujukan kepada pertahanan dan keamanan.
Untuk memperoleh dana, Daendels menjual tanah-tanah kepada orang-orang swasta. Akibatnya, tanah-tanah partikelir mulai bermunculan di sekitar Batavia, Bogor, Indramayu, Pamanukan, Besuki, dan sebagainya. Bahkan, rumahnya sendiri di Bogor dijual kepada pemerintah, tetapi rumah itu tetap ditempatinya sebagai rumah tinggalnya. Tindakan dan kekejaman Daendels tersebut menyebabkan raja-raja Banten dan Mataram memusuhinya.
Untuk menutup utang-utang Belanda dan biaya-biaya pembaharuan tersebut, Daendels kembali menjual tanah negara beserta isinya kepada swasta, sehingga timbullah system tuan tanah di Jawa yang bertindak sebagai raja daerah, misalnya di sekitar Batavia dan Probolinggo. Kekejaman Daendels tersebut terdengar sampai ke Prancis. Akhirnya, dia dipanggil pulang karena dianggap memerintah secara autokrasi dan Indonesia diperintah oleh Jansens.
3. MASA KEKUASAAN INGGRIS
Keberhasilan Inggris mengalahkan Prancis di Eropa menyebabkan kekuasaan Belanda atas Indonesia bergeser ke tangan Inggris. Untuk itulah ditandatangani Kapitulasi Tuntang (1811) yang isinya Belanda menyerahkan Indonesia ke tangan Inggris dari tangan Jansens kepada Thomas Stamford Raffles, seorang Letnan Gubernur Jenderal Inggris untuk Indonesia. Oleh karena itu, beralihlah Indonesia dari tangan Belanda ke tangan Inggris.
Adapun langkah-langkah yang diambil Raffles adalah
a. membagi Pulau Jawa menjadi 16 karesidenan,
b. para bupati dijadikan pegawai negeri,
c. melaksanakan perdagangan bebas,
d. melaksanakan land rente (pajak sewa tanah) dan Raffles menjual tanah kepada swasta,
e. menghapuskan perbudakan, dan
f. kekuasaan para raja dikurangi. Di Yogyakarta, Pangeran Notokusumo diangkat sebagai Paku Alam (1813). Akibatnya, Mataram Yogyakarta pecah menjadi dua, yakni Kasultanan Yogyakarta di bawah HB III dan Paku Alaman di bawah Paku Alam I.
Pada tanggal 13 Agustus 1814, di Eropa ditandatangani Perjanjian London oleh
Inggris dan Belanda yang isinya Belanda memperoleh kembali sebagian besar daerah
koloninya, termasuk Indonesia. Oleh karena itu pada tahun 1816, Raffles meninggalkan
Indonesia dan Belanda kembali berkuasa di Indonesia.
4. MASA KEKUASAAN PEMERINTAH BELANDA
Pada tahun 1830, pemerintah Belanda mengangkat gubernur jenderal yang baru untuk Indonesia, yaitu Van den Bosch, yang diserahi tugas untuk meningkatkan produksi tanaman ekspor, seperti tebu, teh, tembakau, merica, kopi, kapas, dan kayu manis. Dalam
hal ini, Van den Bosch mengusulkan adanya sistem tanam paksa. Adapun hal-hal yang mendorong Van den Bosch melaksanakan tanam paksa, antara lain, Belanda membutuhkan banyak dana untuk membiayai peperangan, baik di negeri Belanda sendiri maupun di Indonesia. Akibatnya, kas negara Belanda kosong. Sementara itu, di Eropa terjadi perang Belanda melawan Belgia (1830 – 1839) yang juga menelan banyak biaya.
Tujuan diadakannya tanam paksa adalah untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, guna menutupi kekosongan kas negara dan untuk membayar utang utang negara.
Pelaksanaan tanam paksa diselewengkan oleh Belanda dan para petugasnya yang berakibat membawa kesengsaraan rakyat Bentuk penyelewengan tersebut misalnya, kerja tanpa dibayar untuk kepentingan Belanda (kerja rodi) kekejaman para mandor terhadap para penduduk, dan eksploitasi kekayaan Indonesia yang dilakukan Belanda.
Melihat penderitaan rakyat Indonesia, kaum humanis Belanda menuntut agar tanam paksa dihapuskan. Tanam paksa mengharuskan rakyat bekerja berat selama musim tanam. Penderitaan rakyat bertambah berat dengan adanya kerja rodi membangun jalan raya, jembatan, dan waduk. Selain itu, rakyat masih dibebani pajak yang berat,sehingga sebagian besar penghasilan rakyat habis untuk membayar pajak. Sementara itu di pihak Belanda, tanam paksa membawa keuntungan yang besar.
Praktik tanam paksa mampu menutup kas negara Belanda yang kosong sekaligus
membayar utang-utang akibat banyak perang. Akhirnya, tanam paksa dihapuskan, diawali dengan dikeluarkannya undang-undang (Regrering Reglement) pada tahun 1854
tentang penghapusan perbudakan. Tanam paksa benar-benar dihapuskan pada tahun 1917. Sebagai bukti, kewajiban tanam kopi di Priangan, Manado, Tapanuli, dan Sumatra Barat dihapuskan.
Setelah tanam paksa dihapuskan, pemerintah Belanda melaksanakan politik kolonial liberal di Indonesia dengan memberikan kebebasan pada pengusaha swasta untuk menanamkan modal di Indonesia. Namun, pelaksanaannya tetap menyengsarakan rakyat karena kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan semata-mata untuk kepentingan kolonial Belanda. Belanda tetap melaksanakan cara-cara menguasai bangsa Indonesia dengan perjanjian, perang, dan pemecah belah.
Pelaksanaan politik kolonial liberal ternyata banyak mendatangkan penderitaan bagi rakyat terutama buruh sebab upah yang mereka terima tidak seperti yang tertera dalam kontrak. Akibatnya, banyak buruh yang melarikan diri, terutama dari Deli, Sumatra Utara. Dari kenyataan di atas jelas Belanda tetap masih melaksanakan usaha menindas bangsa Indonesia.
