1. PAHAM RASIONALISME, REVOLUSI INDUSTRI, DAN KAPITALISME SERTA PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT DI INDONESIA
1. Paham Rasionalisme
Rasionalisme adalah paham yang menganggap sesuatu itu dianggap benar jika sesuai dengan akal pikiran. Tempat kelahiran rasionalisme adalah Prancis (Renne Descartes 1596-1650). Ia adalah seorang filosof,ilmuwan dan matematikus Prancis yang tersohor. Sebenarnya, rasionalisme merupakan kelanjutan dari perlawanan terhadap ajaran-ajaran yang bersifat dogmatis dan taradisi yang mulai tampak pada abad ke-15 dan abad ke-16.
2. Merkantilisme
Istilah Merkantilisme diambil dari kata ”Mercari” yang artinya berjual beli. Merkantilisme adalah sebuah sistem ekonomi di mana negara memiliki wewenang yang besar, atau disebut juga sebagai sistem ekonomi proteksi. Kemakmuran diperoleh dari perdagangan luar negeri.
Tujuan dari merkantilisme adalah untuk melindungi perkembangan industri perdagangan dan melindungi kekayaan negara yang ada di masing-masing negara. Negara atau pemerintah memperoleh kekayaan sebanyak-banyaknya untuk membiayai negara; negara atau pemerintah merupakan satu-satunya penguasa ekonomi. Cara yang digunakan dalam rangka memperkaya Negara adalah dengan penumpukan kekayaan yang berupa logam mulia yaitu emas dan perak. Negara yang banyak memiliki timbunan logam mulia dalam jumlah yang besar merupakan negeri yang kaya, dan mempunyai kemampuan untuk mengembangkan kekuatannya sehingga dapat memperkuat armada perangnya.
3. Revolusi Industri
Revolusi Industri adalah perubahan radikal dalam cara pembuatan atau
memproduksi barang-barang dengan menggunakan mesin-mesin, baik untuk tenaga penggerak maupun untuk tenaga pemproses. Dengan digunakannya mesin-mesinmenjadikan tenaga manusia tidak terpakai lagi, sehingga terjadi peningkatan kualitas
dan kuantitas produksi barang, termasuk perubahan dalam cara kerja dan
pemasarannya.
4. Kapitalisme
Kapitalisme adalah system dan paham ekonomi yang modalnya ( penanaman modal dan kegiatan industrinya ) bersumber pada modal pribadi atau modal perusahaan swasta guna bersaing bebas di pasaran internasional, nasional maupun lokal. Kapitalisme merupakan respon terhadap merkantilisme yang menempatkan Negara sebagai pemilik kekayaan Negara. Kapitalisme menempatkan individu sebagai pemilik modal yang menguasai kekayaan alam.
PERKEMBANGAN PENGARUH BARAT DAN PERUBAHAN EKONOMI, DEMOGRAFI DAN KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI INDONESIA PADA MASA KOLONIAL
1. LATAR BELAKANG KEDATANGAN ORANG – ORANG EROPA
KE DUNIA TIMUR
1. Renaissance
Renaissance berasal dari bahasa Prancis, Renascari yaitu kelahiran kembali kebudayaan klasik dari jaman Romawi dan Yunani kuno yang meliputi kesusasteraan, seni dan ilmu pengetahuan. Gerakan ini dipelopori oleh Dante Aligheiri, Petrarca dan Boccacio.
Timbulnya gerakan ini disebabkan oleh :
1. Terjadinya pertumbuhan perdagangan di kota Venesia, Florence dan Geno (Italia)
1. Adanya puing-puing bangunan lama yang megah dan mengagumkan di kota Roma dan kota-kota lainnya
1. Perkembangan ekonomi Italia lebih maju dari Negara Eropa lainnya
2. Bangsawan Italia tidak tinggal di pedalaman tapi di kota-kota
1. Penjelajahan samudera dan Penemuan daerah baru
Awal abad ke 16 bangsa Portugis, Spanyol, Inggris dan Negara Eropa lainnya mengadakan penjelajahan samudera karena didorong oleh factor-faktor :
a. Tahun 1453 kota Konstantinopel jatuh ke tangan Turki yang mengakibatkan harga rempah-rempah menjadi sangat mahal
1. Berkembangnya Ilmu pengetahuan tentang bumi dan ilmu astronomi dan penemuan kompas
1. Timbulnya keinginan untuk mencari keuntungan yang besar dan upaya untuk mencari daerah baru
1. Ingin menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia
1. Adanya Penemuan baru di bidang ilmu Pengetahuan
a. Johan Guttenberg menemukan mesin cetak
b. Nicolaus Copernicus menemukan matahari sebagai pusat tata surya
c. Galileo galilei menemukan teleskop
d. Marthin Luther pencetus agama kristen Protestan
1. Dominasi gereja katolik terhadap segala aspek kehidupan
PERKEMBANGAN PENGARUH BARAT DI INDONESIA
A.Paham-paham dan Peristiwa-peristiwa Penting di Eropa Pada Masa Imperialisme Kuno Hingga Awal Perkembangan Imperialisme Modern
B.Hubungan Merkantilisme, Revolusi Industri dan Kapitalisme di Eropa Dengan Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia
BAB II
PERKEMBANGAN PAHAM-PAHAM BARU DAN TRANSFORMASI DUNIA HUBUNGANNYA DENGAN MUNCULNYA KESADARAN DAN PERGERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA
A.Muncul dan Berkembangnya Paham-paham Baru di Dunia
1.Liberalisme
2.Sosialisme
3.Pan Islamisme
4.Demokrasi
5.Nasionalisme
B.Hubungan Antara Berkembangnya Paham-paham Baru Dunia Dengan Munculnya Nasionalisme di Asia, Afrika dan Secara Khusus di Indonesia
C.Hubungan Pola Kehidupan Kekotaan Dengan Munculnya Pergerakan Kebangsaan Indonesia
D.Proses Terbentuknya Transformasi Etnik dan Berkembangnya Identitas Kebangsaan di Indonesia
E.Keragaman Ideologi Hubungannya Dengan Perbedaan Strategi Organisasi Pergerakan Kebangsaan di Indonesia
F.Terjadinya Peristiwa-peristiwa Penting di Indonesia Hubungannya Dengan Munculnya Kebijakan Garis Keras Pemerintah Hindia Belanda Terhadap Pergerakan Kebangsaan di Indonesia
BAB III
PENGARUH REVOLUSI PRANCIS, REVOLUSI AMERIKA, DAN REVOLUSI RUSIA TERHADAP PERKEMBANGAN PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA
A.Pengaruh Revolusi Prancis Terhadap Perkembangan Pergerakan Nasional Indonesia
B.Pengaruh Revolusi Amerika Terhadap Perkembangan Pergerakan Nasional Indonesia
C.Pengaruh Revolusi Rusia Terhadap Perkembangan Pergerakan Nasional Indonesia
D.Perbedaan Pengaruh Revolusi Prancis, Revolusi Amerika, dan Revolusi Rusia Terhadap Perkembangan Pergerakan Nasional Indonesia
E.Ideologi-ideologi yang Berkembang pada Masa Pergerakan Nasional Indonesia Sebagai Pengaruh Revolusi Prancis, Revolusi Amerika, dan Revolusi Rusia
BAB IV
PENGARUH REVOLUSI INDUSTRI DI EROPA TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL, EKONOMI DAN POLITIK DI INDONESIA
A.Perkembangan Ekonomi dan Demografi di Indonesia Masa Kolonial
B.Kegagalan Proses Industrialisasi di Indonesia Masa Kolonial
C.Hubungan Antara Perkembangan Transportasi Darat dan Air Sejak Abad ke-19 Dengan Aktivitas Perdagangan dan Integrasi Ekonomi di Indonesia
D.Pertumbuhan, Mobilitas, dan Persebaran Penduduk di Berbagai Daerah Abad ke-19 dan ke-20
E.Kebijakan Pemerintah Kolonial di Indonesia Abad ke-19 Hingga Awal abad ke-20
F.Perkembangan Sistem Pemerintahan, Struktur Birokrasi dan system Hukum Pada Masa Kolonial
G.Perluasan Aktivitas Ekonomi Pemerintah Kolonial, Swasta Asing dan Masyarakat di Berbagai Daerah Sejak Tahun 1830
H.Hubungan Komersialisasi Ekonomi, Monetisasi dan Industrialisasi Dengan Perubahan di Pedesaan dan Proses Pengkotaan
I.Pertumbuhan dan Mobilitas Penduduk Pada Abad ke-19 Dengan Awal Abad ke-20
J.Hubungan Perubahan Politik, Ekonomi dan Pendidikan Dengan Mobilitas Sosial di Indonesia
K.Kebijakan Pemerintah Kolonial Dalam Bidang Keagamaan dan Dampaknya Terhadap hubungan Antar Masyarakat
L.Kedudukan dan Peran Perempuan Dalam Kehidupan Masyarakat Pada Masa Kolonial
BAB V
PROSES INTERAKSI INDONESIA – JEPANG DAN DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA
A.Bentuk-bentuk Interaksi Indonesia – Jepang Pada Masa Kolonial Belanda
B.Interaksi Indonesia – Jepang Pengaruhnya Terhadap Kebijakan Pemerintah Hindia Belanda di Indonesia
C.Bentuk-bentuk Interaksi Indonesia – Jepang Pada Masa Pendudukan Militer Jepang di Indonesia
D.Dampak Kebijakan Imperialisme Jepang di Indonesia
1.Bidang Militer
2.Bidang Ekonomi
3.Bidang Sosial – Budaya
4.Bidang Politik
PENGARUH PERKEMBANGAN AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU – BUDHA TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT DI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA
A.Proses Masuk dan Berkembangnya Agama dan Kebudayaan Hindu – Budha di Kepulauan Indonesia
1.Hipotesa Waysa
2.Hipotesa Brahmana
3.Hipotesa Ksatria
B.Pengaruh Perkembangan Tradisi Hindu – Budha Terhadap Perubahan Struktur Sosial Masyarakat Pada Masa Kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di Indonesia
C.Pengaruh Perkembangan Tradisi Hindu – Budha Terhadap Pendidikan Pada Masa Kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di Indonesia
D.Pengaruh Perkembangan Tradisi Hindu – Budha Terhadap Kesenian Pada Masa Kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di Indonesia
E.Pengaruh Perkembangan Tradisi Hindu – Budha Terhadap Teknologi Pada Masa Kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di Indonesia
F.Bukti-bukti Terjadinya Proses Interaksi Masyarakat di Berbagai Daerah Indonesia Dengan Tradisi Hindu – Budha
1.Bidang Agama
2.Bidang Sosial
3.Bidang Arsitektur
BAB II
PERKEMBANGAN KEHIDUPAN NEGARA-NEGARA KERAJAAN HINDU – BUDHA DI INDONESIA
A.Muncul dan Berkembangnya Negara-negara Kerajaan Hindu – Budha di Indonesia
1.Kerajaan Kutai
2.Kerajaan Tarumanegara
3.Kerajaan Kanjuruhan
5.Kerajaan Mataram Hindu atau Mataram Lama di Jawa Tengah
6.Kerajaan Mataram di Jawa Timur
7.Kerajaan Kediri
8.Kerajaan Singasari
9.Kerajaan Majapahit
B.Kondisi Kehidupan Negara-negara Kerajaan Dalam Berbagai Bidang
1.Sistem dan Struktur Birokrasi (Pemerintahan)
2.Sistem dan Struktur Sosial Masyarakat
3.Sistem dan Struktur Ekonomi Masyarakat
a.Perdagangan
b.Tenaga Kerja
c.Pola Penguasaan Tanah
d.Pajak
e.Transportasi
C.Runtuhnya Negara-negara Kerajaan Hindu – Budha di Indonesia
D.Tradisi Hindu – Budha Dalam Kehidupan Masyarakat di Indonesia Pasca Runtuhnya Kerajaan Hindu – Budha
BAB III
PENGARUH PERKEMBANGAN AGAMA DAN KEBUDAYAAN ISLAM TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT DI INDONESIA
A.Proses Masuk dan Berkembangnya Agama dan Kebudayaan Islam di Kepulauan Indonesia
1.Teori Gujarat (India)
2.Teori Mekah (Arab)
3.Teori Persia
B.Tempat dan Bukti-bukti Penyebaran Islam di Indonesia
C.Perkembangan Tradisi Islam di Berbagai Daerah Dari Abad ke-15 Hingga Abad ke-18
D.Perkembangan Pendidikan, Kesenian dan Kesusastraan di Kerajaan-kerajaan Bercorak Islam di Indonesia
E.Sistem dan Struktur Sosial Masyarakat di Kerajaan-kerajaan Bercorak Islam di Indonesia
F.Pola Penyebaran Agama Islam Hubungannya Dengan Pertumbuhan Kota dan Terbentuknya Jaringan Ekonomi dan Intelektual di Indonesia
BAB IV
PERKEMBANGAN KEHIDUPAN NEGARA-NEGARA KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA
A.Latar Belakang dan Proses Munculnya Kerajaan Islam Pertama di Indonesia
B.Struktur Birokrasi, Hubungan Pusat – Daerah, dan Hukum di Kerajaan-kerajaan Bercorak Islam di Indonesia
C.Membandingkan Konsep Kekuasaan Pada Kerajaan-kerajaan Bercorak Islam Dengan Kerajaan-kerajaan Hindu – Budha
BAB V
PROSES INTERAKSI ANTARA TRADISI LOKAL, TRADISI HINDU – BUDHA, DAN TRADISI ISLAM DI INDONESIA
A.Perpaduan Antara Tradisi Lokal, Tradisi Hindu – Budha, dan Tradisi Islam Dalam Institusi Sosial Masyarakat di Indonesia
B.Perpaduan Kepercayaan Lokal, Kepercayaan Hindu – Budha, dan Kepercayaan Islam Dalam Kehidupan Keagamaan Masyarakat di Indonesia
C.Perpaduan Arsitektur Lokal, Arsitektur Bergaya Hindu – Budha dan Arsitektur Bergaya Islam Dalam Bidang Seni Rancang Bangun di Indonesia
Setiap organisme mampu menerima rangsang yang disebut IRITABILITAS, dan mampu pula menanggapi rangsang tersebut. Salah satu bentuk tanggapan yang umum adalah berupa gerak. Gerak berupa perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh.
GERAK PADA TUMBUHAN
Jika pada hewan rangsang disalurkan melalui saraf, maka pada tumbuhan rangsang disalurkan melalui benang plasma (PLASMODESMA) yang masuk ke dalam sel melalui dinding yang disebut NOKTAH.
Gerak pada tumbuhan dibagi 3 golongan, yaitu :
1.
Gerak HIGROSKOPIS
yaitu gerak yang ditimbulkan oleh pengaruh perubahan kadar air.
Misalnya:
- gerak membukanya kotak spora.
- pecahnya buah tanaman polong.
2.
Gerak ESIONOM
yaitu gerak yang dipengaruhi rangsang dari luar.
a.
TROPI (TROPISME) yaitu gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah rangsang. Tropisme positif jika mendekati rangsang dan tropisme negatif jika menjauhi.
Bentuk tropisme antara lain
- fototropisme atau heliotropisme
- geotropi
- tigmotropi atau haptotropi Þ rangsang berupa sentuhan
- hidrotropi
b.
TAKSIS yaitu gerak berpindah seluruh tubuh tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang. Seperti bentuk tropisme, terdapat taksis positif dan negatif.
Beberapa bentuk taksis :
- fototaksis
- kemotaksis
c.
NASTI yaitu gerak bagian tumbuhan yang tidak dipengaruhi arah rangsang. Gerak ini disebabkan terjadinya perubahan tekanan turgor akibat pemberian rangsang.
Beberapa bentuk nasti :
- Niktinasti Þ rangsang berupa gelap
- Seismonasti Þ rangsang sentuhan atau mekanik
- nasti kompleks Þ rangsang tidak hanya satu
Contoh : gerak membuka dan menutupnya sel-sel penutup stomata Þ rangsang berupa cahaya, suhu, air, dan zat kimia
3.
Gerak ENDONOM
yaitu gerak yang belum/tidak diketahui sebabnya. Karena belum diketahui sebabnya ada yang menduga tumbuhan itu sendiri yang
menggerakkannya Þ gerak OTONOM, misalnya aliran plasma sel.
PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN
PERTUMBUHAN adalah proses pertambahan ukuran sel atau organisme. Pertumbuhan ini bersifat kuantitatif/ terukur.
PERKEMBANGAN adalah proses menuju kedewasaan pada organisme. Proses ini berlangsung secara kualitatif.
Baik pertumbuhan atau perkembangan bersifat irreversibel.
PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN
Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi.
Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.
Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu:
1. Pertumbuhan Primer
Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang.
Embrio memiliki 3 bagian penting :
a. tunas embrionik yaitu calon batang dan daun
b. akar embrionik yaitu calon akar
c. kotiledon yaitu cadangan makanan
Gbr. Embrio Tumbuhan
Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer.
Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasar aktivitasnya tcrbagi menjadi 3 daerah
a. Daerah pembelahan
Sel-sel di daerah ini aktif membelah (meristematik)
b. Daerah pemanjangan
Berada di belakang daerah pembelahan
c. Daerah diferensiasi
Bagian paling belakang dari daerah pertumbuhan. Sel-sel mengalami
diferensiasi membentuk akar yang sebenarnya serta daun muda dan
tunas lateral yang akan menjadi cabang.
2. Pertumbuhan Sekunder
Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan.
- Mula-mula kambium hanya terdapat pada ikatan pembuluh, yang disebut kambium vasis atau kambium intravasikuler. Fungsinya adalah membentuk xilem dan floem primer.
- Selanjutnya parenkim akar/batang yang terletak di antara ikatan pembuluh, menjadi kambium yang disebut kambium intervasis.
- Kambium intravasis dan intervasis membentuk lingkaran tahun Þ bentuk konsentris.
Kambium yang berada di sebelah dalam jaringan kulit yang berfungsi sebagai pelindung. Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara permbentukan xilem dan floem yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit.
- ke dalam membentuk feloderm : sel-sel hidup
- ke luar membentuk felem : sel-sel mati
STRUKTUR TUMBUHAN
Seperti pada hewan, tubuh tumbuhan pun terdiri dari sel-sel. Sel-sel tersebut akan berkumpul membentuk jaringan, jaringan akan berkumpul membentuk organ dan seterusnya sampai membentuk satu tubuh tumbuhan. Di sini akan dibahas macam-macam jaringan dan organ yang membentuk tubuh tumbuhan.
Jaringan tumbuhan dapat dibagi 2 macam :
1. Jaringan meristem
2. Jaringan dewasa
JARINGAN MERISTEM
Jaringan meristem adalah jaringan yang terus menerus membelah.
Jaringan meristem dapat dibagi 2 macam
1. Jaringan Meristem Primer
Jaringan meristem yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio.
Contoh: ujung batang, ujung akar.
Meristem yang terdapat di ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal.
Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambang panjang.
Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.
2. Jaringan Meristem Sekunder
Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari jaringan dewasa yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan.
